Monday, September 2, 2019

1 Muharram Sejarah Terbentuknya Kalender Hijriyah | The History of Islam...





1 Muharram dan Sejarah Tahun Baru Islam | The history of Islamic
Calender Hijriyah
Tahun Baru Islam merupakan suatu hari yang penting bagi umat Islam.
MUHARRAM adalah bulan yang sangat berpengaruh pada sejarah
kehidupan umat Islam. Suatu bulan yang menjadi pembuka tahun dalam kalender
Islam, Hijriyah. Suatu bulan yang penuh barokah dan rahmah, karena banyak
peristiwa penting yang Allah ijinkan terjadi pada bulan ini. Selain itu, bulan
Muharran termasuk salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah dalam Al
Qur’an.
Bagaimanakah sejarah penetapan 1 Muharram sebagai awal
tahun hijriyah?
Berikut ulasannya:.




Awal mula penanggalan Hijriyah
dirintis pada masa kekhalifahan Umar Bin Khattab ra. Pada waktu itu muncul
wacana diperlukannya penanggalan yang baku dan seragam untuk berbagai urusan
kenegaraaan dan kemasyarakatan. Kemudian muncullah berbagai usulan dari para
sahabat.
Dalam sejarahnya, Khalifah Umar bin
Khattab (13-23 H/634-644 M) pernah menerima surat dari Gubernurnya di Bashra,
Abu Musa Al Asy’ari yang menyebutkan pada awal suratnya berbunyi :
“….menjawab
surat Tuan yang tidak tertanggal….”. Perkataan pendek yang tampaknya tidak
begitu penting telah menarik perhatian Khalifah Umar, yaitu perlunya umat Islam
mempunyai penanggalan yang pasti. Hingga akhirnya diadakan musyawarah khusus
untuk menentukan kapan awal tahun baru Islam.
Musyawarah
dihadiri oleh para tokoh terkemuka dari kalangan sahabat. Dalam musyawarah
muncul beberapa usulan untuk menentukan kapan dimulainya tahun baru Islam. Di
antara usulan tersebut terdapat pendapat yang mengatakan penanggalan Islam
dihitung dari peristiwa penyerangan Abrahah terhadap Ka’bah yang dikenal dengan
Amul Fiil (tahun gakah).
Ada yang
menyarankan kalau penanggalan Islam dihitung dari turunnya wahyu pertama kepada
Rasulullah saw, dimana waktu itu beliau secara resmi dilantik oleh Allah swt
sebagai Nabi dan Rasul untuk seluruh umat.
Ada pula yang
mengusulkan penanggalan Islam dihitung dari wafatnya Rasulullah saw. Alasannya
karena waktu itu diturunkan wahyu terakhir yang menegaskan bahwa Islam sebagai
agama yang sempurna.
Selain itu ada
yang berpendapat bahwa penanggalan Islam dihitung dari hijrahnya Rasulullah saw
dari Mekkah le Medinah, dengan alasan karena peristiwa itu merupakan pintu
masuk kehidupan baru bagi Rasulullah saw dan umatnya dari masa kemusyrikan
menuju masa tauhid (Islam).
Setelah lama
melakukan musyawarah bersama dengan berbagai pendapat dan argumentasi
masing-masing, akhirnya disepakati bahwa usulan terakhir yang diterima.
Kemudian Khalifah mengumumkan bahwa tahun baru Islam dihitung dari hijrahnya
Rasulullah saw dari Mekkah ke Madinah.
Penetapan Muharram sebagai Awal Tahun Baru
Hijriyah
Adapun
penetapan bulan Muharram sebagai awal tahun baru dalam kalender Hijriyah adalah
hasil musyawarah para sahabat Rasulullah saw pada zaman Khalifah Umar bin
Khattab ra saat mencanangkan penanggalan Islam.
Ada sahabat
yang mengusulkan bulan Rabiul Awal sebagai awal tahun, ada pula yang
mengusulkan bulan Ramadhan. Namun kesepakatan yang muncul saat itu adalah bulan
Muharram. Dengan pertimbangan bahwa pada bulan itu telah bulat keputusan
Rasulullah untuk hijrah ke Medinah.

Rasulullah
merasa yakin setelah periatiwa Bai’at Aqabah yaitu ikrar penduduk Medinah yang
datang ke Mekkah untuk masuk Islam. Di mana saat itu ada 75 orang Madinah yang
ikut bai’at untuk siap membela dan melindungi Rasulullah saw, jika beliau
datang ke Madinah di kemudian hari. Dengan adanya bai’at ini, Rasulullah saw
melakukan persiapan untuk hijrah. Dan baru terealisasi pada bulan Shafar dan
sampai di Madinah awal bulan Rabiul Awal.




Betapa
besar dan berat perjuangan Rasulullah waktu itu. Hingga setiap datang tanggal 1
Muharram, ingatan kita terkenang kembali pada puncak perjuangan Rasulullah saw
1440 tahun silam. Suatu perjuangan untuk membebaskan kaum muslimin dari
kedzaliman dan tindakan sewenang-wenang yang menimpa mereka dikarenakan
tindakan orang-orang kafir. Semakin hari semakin meningkat saja kedzalimannya
bahkan masuk kategori sangat membahayakan masa depan Islam dan kaum muslimin.




Maka
dengan ijin Allah swt, Rasulullah saw beserta para sahabat setia akhirnya
meninggalkan tanah kelahirannya yang tercinta Mekkah Al-Mukarrahmah untuk
pindah ke negeri yang baru yaitu Yatsrib (Madinah).




Perpindahan
Rasulullah saw dari Mekkah ke Madinah inilah yang disebut hijrah. Dan oleh
Khalifah Umar bin Khattab dijadikan momentum dan titik awal perjalanan sejarah
Islam. Beliau mengucapkan kalimat, ” Hijrah itu memisahkan antara yang hak dan
batil, karena itu jadikanlah catatan sejarah”.





Demikianlah sejarah terbentuknya
kelender Hijriyah dan Tahun baru Islam

No comments:

Post a Comment

BEST ARTICLE

Contoh RPP Terpadu